Seluk Beluk Olahraga Aerobik yang harus Kamu Tahu!
Sirka··3 min read
Olahraga Aerobik
Olahraga adalah bagian dari pola hidup sehat dan harus dilakukan secara rutin. Olahraga sendiri terbagi menjadi dua jenisnya dalam sistem metabolisme, yaitu olahraga aerobik dan anaerobik.Apa itu olahraga aerobik? Bagaimana manfaatnya untuk kesehatan dan contoh olahraganya?
Apa Itu Olahraga Aerobik?
Olahraga aerobik adalah latihan kardiovaskuler atau latihan yang berfokus pada peningkatan kinerja jantung dan pembuluh darah. Istilah aerobik merujuk kepada dengan oksigen, yang artinya saat bernafas, kamu menentukan seberapa banyak oksigen yang masuk ke otot. Oksigen pada otot membantu pergerakan tubuh dan memberikan kekuatan saat latihan. Tubuh kita menciptakan energi ini dengan menggunakan karbohidrat, protein, lemak, dan oksigen.Biasanya, saat melakukan olahraga aerobik, nafas akan semakin cepat dan dalam. Begitu juga detak jantung yang berdetak semakin cepat.
a. Range Aerobik
Range aerobik adalah 40%-85% dari denyut jantung maksimal atau jika memakai skala RPE, maka termasuk dalam nilai 4-6.Berikut tabel range aerobik dengan RHR 60 beat per minute.
Tabel 1. Tabel Range Aerobik
Umur
Denyut jantung maksimal (beat per minute)
Zona aerobik (beat per minute)
25
195
136-156
30
190
133-152
35
185
129-148
40
180
125-144
45
175
122-140
50
170
118-136
55
165
115-132
60
160
112-128
65
155
108-124
70
150
105-120
Jadi, jika kamu berumur 30 tahun dan ingin olahraga aerobik kamu bisa jogging ringan dengan range denyut jantung sebanyak 130-150 detak per menit. Jika kamu jarang olahraga, bisa mulai dengan jalan cepat sampai ke denyut jantung yang ditargetkan.
Manfaat Olahraga Aerobik untuk Kesehatan
Banyak manfaat olahraga aerobik untuk kesehatan, antara lain:
Membakar lemak
Menurunkan RHR (Resting Heart Rate) atau denyut jantung istirahat
Meningkatkan stamina
Meningkatkan kesehatan otot, jantung, dan paru-paru
Naik turun tangga jika rumahmu bertingkat 2 atau lebih
Senam aerobik atau zumba
Safety dalam Olahraga Aerobik
a. Lakukan dengan Intensitas yang Cocok untukmu
Intensitas latihan yang pas termasuk dalam safety ketika sedang melakukan olahraga aerobik. Jika sudah terlalu lelah dan tidak sanggup, itu berarti intensitas latihannya terlalu tinggiJika intensitas terlalu tinggi maka sistem energi yang digunakan tubuh bukan aerobik lagi tapi berubah menjadi anaerobik dan mengkonsumsi asam laktat sebagai energinya yang justru membuat tubuh cepat lelah..Naikkan intensitas latihan dengan perlahan. Jangan langsung geber latihan intensitas tinggi, padahal di latihan intensitas medium, kamu masih ngos-ngosan.Untuk mengecek seberapa lelah dirimu, kamu bisa melakukannya dengan skala RPE.
b. Perhatikan Detak Jantung
Perhatikan detak jantung. Detak jantung maksimal bergantung pada usia seseorang. Rumusnya adalah:HRMax (beat per minute) = 220-usiaJangan sampai detak jantung saat latihan melebihi angka tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti kelelahan ekstrim yang mengakibatkan serangan jantung dan berujung pada kematian.
c. Jangan Lupakan Pemanasan dan Pendinginan
Pemanasan akan membantu otot kita agar lebih siap untuk berolahraga. Tanpa pemanasan, kita akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kram otot atau cedera.Selesai berolahraga, lakukan pendinginan agar otot bisa lebih rileks setelah tegang saat berolahraga agar kemampuan pemulihan makin optimal.
Mari Lakukan Olahraga Aerobik dengan Rutin!
Olahraga aerobik adalah pilihan olahraga yang bisa dilakukan baik di dalam atau pun di luar rumah. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi orang yang kerja di rumah atau banyak menghabiskan waktu di rumah, mereka tetap bisa melakukan olahraga ini.Yuk lakukan olahraga aerobik demi kesehatan yang lebih baik!
Rekomendasi Sirka
93,5% pengguna program Sirka berhasil menurunkan berat badan loh! Kalau kamu sedang ingin menurunkan berat badan untuk mencapai body goals atau berat badan ideal, ahli gizi Sirka bisa membantumu untuk mewujudkan impian tersebut. Klik tautan ini untuk informasi selengkapnya!