Weightloss
Weightloss bisa didapatkan dengan cara mengatur pola makan dengan defisit kalori dan berolahraga. Tetapi, mungkin kamu pernah merasa heran bagaimana cara untuk melihat progress dari usaha yang telah kamu lakukan. Tahukah kamu? Weightloss bisa diukur dan diketahui tidak hanya lewat timbangan dan BMI (body mass index)/IMT (indeks massa tubuh) saja loh. Ada beberapa indikator lain yang bisa digunakan untuk mengukur apakah usaha weightloss yang kamu lakukan sudah berhasil atau belum. Apa indikator lain tersebut? Indikator tersebut bernama lingkar tubuh yang terdiri dari lingkar pinggang, lingkar lengan, dan rasio lingkar pinggang dan pinggul.Lingkar Lengan
a. Lingkar Lengan Atas
Pengukuran lingkar lengan atas dijadikan sesbagai ukuran yang dapat menggambarkan cadangan lemak pada tubuh seseorang. Selain itu, pengukuran lingkar lengan atas bisa menjadi salah satu cara untuk mengecek apakah seseorang sedang mengalami malnutrisi atau tidak. Ditambah lagi, pengukuran LILA (lingkar lengan atas) bisa digunakan sebagai indikator komposisi tubuh, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Pengukuran ini dilakukan pada lengan yang tidak dominan (kalau kidal, pengukuran dilakukan di lengan kanan). Pengukuran tersebut dilakukan pada pertengahan antara pangkal lengan atas dan ujung siku. Satuan pengukuran yang dipakai adalah sentimeter. Ukuran lingkar lengan atas seringkali digunakan pada ibu hamil dan untuk screening risiko melahirkan BBLR (berat badan lahir rendah) serta risiko terjadinya KEK (kurang energi kronis). Seseorang dikatakan memiliki risiko jika lingkar lengan atasnya kurang dari 23,5 cm. Pada program weightloss, kamu bisa melihat perubahan pada lingkar lengan atas sebagai salah satu parameter perubahan pada ukuran tubuhmu serta bagaimana gambaran jaringan otot dan lemak bawah kulit. Selain itu, pada penelitian di Shanghai, Cina, didapatkan sebuah kesimpulan, yaitu peningkatan lingkar lengan atas berkorelasi dengan risiko penyakit jantung, kadar HDL (high density lipoprotein) kolesterol yang rendah, dan hipertensi. Pernah dilakukan sebuah penelitian di Amerika dimana 11.000-an sampel diteliti dibagi menjadi tiga grup, yaitu berat badan normal, kelebihan berat badan, dan obesitas. Setelah itu, grup tersebut dibagi lagi menjadi sub-grup sesuai dengan lingkar lengannya. Hasilnya, pada grup berat badan non obesitas (IMT< 30), ukuran lingkar lengan tengah berbanding terbalik dengan semua penyebab kematian (sebagai catatan, orang dengan status gizi underweight tidak ikut diteliti).Lingkar Pinggang
Weightloss bisa memengaruhi perubahan lingkar tubuh salah satunya lingkar pinggang. Lingkar pinggang juga bisa menjadi indikator apakah kamu obesitas sentral atau tidak. Mengukur lingkar pinggang juga bisa memberimu gambaran tentang kadar lemak yang berada pada bagian tengah tubuhmu.a. Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Pinggang?
Jika kamu ingin mengukur lingkar pinggang, kamu harus menggunakan pita ukur fleksibel yang tidak elastis (tidak memanjang ketika pengukuran lingkar pinggang dilakukan). Selain itu, kamu juga disarankan untuk tidak mengenakan pakaian tebal yang bisa menjadi bantalan di area sekitar pinggang dan mengganggu hasil pengukuran. Ikuti langkah ini untuk mengukur lingkar pinggangmu:- Berdiri dengan tegak agar mendapatkan pengukuran yang akurat.
- Lilitkan pita ukur di bagian tengah, tepat diatas tulang pinggul sekitar pinggang.
- Setelah pita ukur sudah berada pada posisi yang benar, ambil napas dengan perlahan dan lakukan pengukuran saat kamu menghembuskan napas.
b. Hubungan Lingkar Pinggang dengan Kesehatan
Menurut CDC, seseorang bisa berisiko mendapatkan penyakit yang berhubungan dengan obesitas jika:Tabel 1. Indikator Lingkar Pinggang
| Jenis kelamin | Ukuran Lingkar Pinggang (cm) | Interpretasi |
| Pria | > 90 | Obesitas sentral |
| Wanita (Tidak sedang hamil) | > 80 | Obesitas sentral |
Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul
Selain berat badan, lingkar pinggang, lingkar lengan, dan IMT yang bisa kamu jadikan sebagai patokan apakah usaha weightloss yang kamu lakukan sudah berhasil atau tidak, ada indikator lain bernama rasio lingkar pinggang dan pinggul. Rasio lingkar pinggang dan pinggul atau istilah lainnya adalah waist-to-hip ratio adalah indikator untuk menentukan apakah ada risiko untuk kesehatan atau tidak. Berikut penjelasan simpel tentang hubungan antara rasio lingkar pinggang dan pinggul dengan risiko kesehatan.Tabel 2. Hubungan Risiko Kesehatan dengan Rasio Lingkar Pinggang dan Pinggul
| Risiko Kesehatan | Pria | Wanita |
| Aman | <0,9 | <0,85 |
| Berisiko | ͕≥0,9 | ͕≥0,85 |
