Makanan untuk Penderita Diabetes
Makanan untuk penderita diabetes ada yang sama dan berbeda dengan makanan yang dikonsumsi oleh bukan penderita diabetes. Perbedaannya adalah rekomendasi dan
pantangannya.
Pengaturan makan dan makanan untuk penderita diabetes menjadi solusi yang bisa diimplementasikan untuk
mengatur gula darah.
Prinsip Pengaturan Makan pada Penderita Diabetes
Pengaturan makan untuk penderita diabetes sebenarnya tidak terlalu spesifik karena setiap orang berbeda, tetapi pada intinya, pengaturan makan ini berguna untuk:
a. Mengatur level
gula darah,
tekanan darah, dan
kolesterol
b.
Menurunkan berat badan atau menjaga berat badan di
range yang sehat
c.
Mencegah atau men-
delay masalah akibat
diabetes
d. Merasa lebih baik dan
lebih berenergi
Kamu bisa mengikuti aturan
3J dalam pola makan, yaitu:
1. Jumlah (Porsi) Makanan untuk Penderita Diabetes
Jumlah makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan berat badan, yaitu berat badan yang dirasa nyaman untuk penderita
diabetes. Selain itu, jumlah makanan yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan
hasil konseling gizi.
2. Jenis Makanan untuk Penderita Diabetes
Jenis makanan yang dikonsumsi mengikuti konsep Piring Makan Model T.
½ dari piring makan terdiri dari
sayur dan
buah. ¼ piring selanjutnya diisi oleh sumber protein dan sisanya (¼) adalah sumber karbohidrat.
Contoh dari
sayur dan
buah yang baik untuk dikonsumsi adalah
ketimun, labu siam, tomat, wortel, bayam, jeruk, dan apel. Untuk sumber protein misalnya
ikan,
telur, tempe,
tahu, kacang hijau, kacang merah, dan untuk sumber karbohidrat adalah jagung, ubi, singkong, dll.
3. Jadwal Makanan untuk Penderita Diabetes
Jadwal makan terdiri dari 3x makan besar (utama) dan 2-3x
snacking dengan porsi kecil.
Indeks Glikemik sebagai Panduan Makanan untuk Penderita Diabetes
Makanan untuk penderita diabetes bisa menggunakan
indeks glikemik sebagai patokan.
Indeks glikemik atau
glycemic index adalah
sistem penilaian untuk makanan yang mengandung karbohidrat. Penilaian ini menunjukkan seberapa cepat setiap makanan memengaruhi
gula darahmu.
Pembagian
indeks glikemik dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu tinggi, sedang, dan rendah dengan skala 0-100.
1. Tinggi
Suatu makanan memiliki
indeks glikemik yang
tinggi jika nilainya 70 atau lebih dari itu.
Makanan dengan
indeks glikemik yang tinggi dipecah oleh tubuh dan menyebabkan
kenaikan gula darah dengan cepat. Contoh makanan dengan
indeks glikemik tinggi adalah:
a.
Gula atau makanan manis
b.
Soft drink
c.
Roti tawar
d.
Kentang
e.
Nasi putih
2. Sedang
Makanan dengan
indeks glikemik sedang memiliki nilai di kisaran 56-69 dan kandungan karbohidratnya lebih mudah dipecah daripada makanan dengan
indeks glikemik yang tinggi.
Contoh makanan dengan indeks glikemik sedang adalah:
a.
Nanas
b. Ubi jalar (direbus)
c.
Madu
3. Rendah
Makanan dengan
indeks glikemik rendah memiliki kandungan karbohidrat yang ketika dipecah tidak akan menaikkan gula darah dengan cepat. Manfaatnya adalah:
a. Membantu mengelola gula darah penderita
diabetes tipe 2
b. Membantu
penurunan berat badan (jangka pendek)
c.
Mengurangi kadar kolesterol
Contoh makanan dengan
indeks glikemik rendah adalah:
a.
Apel
b.
Jeruk
c.
Brokoli
d. Lemon
e. Bayam
f.
Tomat
g.
Barley
Pengaturan makan dengan
indeks glikemik yang rendah bisa membantu menurunkan dan mengelola
gula darah, sehingga cocok sebagai makanan untuk penderita
diabetes. Kamu harus membatasi makanan dengan
indeks glikemik yang tinggi agar
gula darah tidak naik secara signifikan.
Selain kandungan karbohidrat,
indeks glikemik juga dipengaruhi oleh bagaimana makanannya dimasak, kematangan makanan, dan pengolahan yang sudah dilakukan pada makanan tersebut.
Ada juga patokan lain selain
indeks glikemik, yaitu
beban glikemik.
Makanan yang Baik untuk Menurunkan Gula Darah
Seperti yang sudah disebutkan di bagian sebelumnya, makanan yang baik untuk menurunkan gula darah memiliki
indeks glikemik yang rendah. Misalnya:
1. Buah-buahan
Selain
nanas, melon, dan
semangka,
buah-buahan lain memiliki
indeks glikemik yang lebih kecil dari 56. Alasannya adalah karena
buah-buahan mengandung air dan
serat untuk menyeimbangkan kandungan
fruktosa.
2. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan memiliki kandungan
serat yang tinggi sehingga memiliki
indeks glikemik di bawah 55.
Selain itu,
kacang-kacangan juga kaya akan zat gizi seperti
antioksidan, flavonoid,
magnesium dan potasium.
Lebih baik untuk mengonsumsi
kacang tanpa diolah terlebih dahulu karena pengolahan seperti menambah perasa atau penyedap dapat menyebabkan naiknya i
ndeks glikemik.
3. Bawang Putih
Bawang putih adalah bahan yang cukup populer pada obat tradisional untuk perawatan
diabetes.
Jurnal yang diterbitkan pada tahun 2017 oleh food & nutrition research menyebutkan bahwa
suplemen bawang putih berkontribusi pada kontrol
gula darah dalam 1-2 minggu dan 24 minggu pada
diabetes tipe 2. Selain membantu
mengontrol gula darah, suplemen tersebut juga mengatur
level kolesterol dan lemak dalam kurun waktu 12 minggu.
Kamu bisa memakan bawang putih dengan berbagai cara, yaitu:
a. Dimakan langsung
b. Memotongnya, lalu menambahkan
saus (perhatikan label informasi nilai)
c. Menumisnya dengan
sayuran
d. Menambahnya pada makanan yang sudah dimasak
4. Yogurt
Plain yogurt bisa mengurangi risiko
diabetes tipe 2.
Penelitian pada tahun 2014 di Amerika menyebutkan bahwa yogurt adalah satu-satunya produk susu yang mengurangi
risiko diabetes, meski produk lain mungkin ada juga yang tidak menambah risikonya.
Beberapa peneliti masih kurang yakin bahwa
yogurt dapat mengurangi
risiko diabetes, namun plain yogurt adalah makanan dengan
indeks glikemik yang rendah. Kebanyakan
yogurt tanpa pemanis memiliki indeks glikemik di bawah 50.
Mulailah Pemilihan Makanan untuk Penderita Diabetes lewat Indeks Glikemik
Nah, ternyata cukup banyak makanan untuk penderita
diabetes meski ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti kandungan
gula pada makanannya.
Kamu bisa melihat indikator seperti
indeks glikemik dalam
pemilihan makanan untuk penderita diabetes. Makanan dengan indeks glikemik tinggi harus dibatasi dan makanan dengan
indeks glikemik rendah harus lebih banyak. Selain itu, kamu juga bisa memperhatikan
beban glikemik makanan.
Selain indeks dan beban glikemik, asupan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) juga harus diperhatikan pada penderita diabetes. Beberapa manfaat zat gizi mikro yaitu:
Beberapa jenis vitamin B seperti B1, B2, B5, B6, dan B7 bermanfaat untuk meningkatkan respon metabolisme karbohidrat menjadi energi di dalam tubuh.
Sedangkan vitamin C adalah zat gizi mikro yang sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun.
Rekomendasi Sirka
Jika kamu sedang punya gula darah tinggi atau diabetes, maka perlu pola makan untuk meredakan gejalanya serta mengontrol/
menurunkan kadar gula darahnya. Kamu bisa mengikuti terapi diabetes di Sirka loh! Terapi ini akan didampingi oleh dokter dan nutrisionis. Ayo klik
tautan ini untuk informasi selengkapnya tentang terapi diabetes di Sirka!
Klinik Sirka hadir untuk mengatasi masalah obesitas dan diabetes yang sedang kamu alami dan agar kamu bisa berkonsultasi secara offline. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut tentang konsultasi dengan dokter di klinik Sirka ya!
*Saat ini klinik Sirka berlokasi di BSD. Lokasi:
Ruko Northridge BSD Business Center, Jl Komp. BSD No.05 blok A3, Serpong, Kec. Pagedangan, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310